ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pendidikan kembali memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal budaya daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui Festival Tari Gubang Jenjang SD dan SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Asahan Tahun 2026 yang digelar di Museum Gedung Juang 45 Kisaran.
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Asahan untuk menampilkan kemampuan seni tari, khususnya Tari Gubang yang merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Asahan. Festival dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, S.E., M.Si.
Wadah Kreativitas Pelajar
Festival Tari Gubang tidak hanya menjadi kegiatan pertunjukan seni, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka di luar bidang akademik.
Para peserta yang berasal dari berbagai sekolah tampil membawakan Tari Gubang di hadapan tamu undangan dan peserta lainnya. Keterlibatan siswa SD dan SMP tersebut menunjukkan bahwa pengenalan budaya daerah dapat dilakukan sejak usia sekolah melalui kegiatan yang bersifat kreatif dan edukatif.
Bagi Dinas Pendidikan Asahan, kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kembali kesenian tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Mengenalkan Budaya Asahan kepada Generasi Muda
Tari Gubang memiliki kaitan erat dengan identitas budaya masyarakat Asahan. Karena itu, pelaksanaan festival di lingkungan pendidikan menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendekatkan seni tradisional kepada para pelajar.
Museum Gedung Juang 45 Kisaran yang menjadi lokasi kegiatan juga memberikan suasana yang berkaitan dengan sejarah dan budaya daerah. Festival tersebut sekaligus mempertemukan unsur pendidikan, seni dan sejarah dalam satu kegiatan yang melibatkan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi penonton kebudayaan daerah, tetapi turut mengambil bagian dengan mempelajari, berlatih dan menampilkan kesenian tradisional.
Pendidikan Karakter Melalui Seni
Pengembangan seni dan budaya juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik. Melalui latihan tari, siswa belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab dan keberanian tampil di depan publik.
Festival Tari Gubang 2026 juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengikuti kegiatan seni yang terorganisasi. Para peserta harus mempersiapkan penampilan, berlatih bersama serta menjaga kekompakan selama festival berlangsung.
Hal tersebut sejalan dengan upaya menjadikan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas dan karakter siswa.
Disdik Dorong Pelestarian Seni Daerah
Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan mendorong keterlibatan pelajar dalam kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pengenalan sekaligus pelestarian kesenian daerah. Dengan melibatkan sekolah, budaya lokal dapat terus diperkenalkan kepada generasi penerus melalui lingkungan pendidikan.
Antusiasme peserta dari berbagai sekolah juga menunjukkan adanya ruang bagi pengembangan potensi seni di kalangan pelajar Asahan. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk semakin mengenal kekayaan budaya daerahnya.
Baca Juga : https://dinaspendidikankabasahan.com/dinas-pendidikan-asahan-pemutakhiran/
Festival Tari Gubang 2026 akhirnya bukan sekadar pertunjukan tari, tetapi menjadi bagian dari upaya mempertemukan pendidikan, kreativitas dan pelestarian budaya lokal. Dengan keterlibatan generasi muda, keberadaan seni tradisional Asahan diharapkan tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi berikutnya.




