KAB ASAHAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat sinergi dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen kolaborasi Program IKAN (Kurikulum Integrasi Anti Narkoba) pada 24 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman sekaligus meningkatkan ketahanan peserta didik terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Program ANANDA BERSINAR juga diarahkan untuk mendukung pencegahan narkotika sejak usia dini.
Menjangkau PAUD hingga SMP
Kolaborasi Disdik Asahan dan BNN menyasar satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP. Materi mengenai bahaya narkotika akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga edukasi pencegahan dapat diberikan secara berkelanjutan kepada peserta didik.
Tidak hanya siswa, program tersebut juga menempatkan guru dan orang tua sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan. Pendidik dan orang tua diharapkan memiliki pemahaman untuk mengenali tanda-tanda awal serta membantu mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba di lingkungan anak.
Perlindungan Generasi Muda Jadi Prioritas
Penguatan program anti-narkoba ini menjadi semakin relevan dengan kondisi penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Asahan. Dalam Operasi Saber Bersinar 2026 yang digelar BNN Kabupaten Asahan pada 25–26 Agustus, delapan orang dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine. Lima orang direkomendasikan menjalani rehabilitasi, sementara tiga lainnya diserahkan kepada Polres Asahan karena ditemukan bersama barang bukti.
BNN Kabupaten Asahan menyatakan bahwa selain melakukan deteksi dini dan penindakan, pihaknya terus menjalankan ANANDA BERSINAR di lingkungan pendidikan. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan Asahan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pencegahan melalui sekolah, termasuk penerapan Kurikulum Integrasi Anti Narkoba (IKAN).
Sekolah Diharapkan Menjadi Lingkungan yang Aman
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah dan BNN mendorong sekolah menjadi tempat yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membangun karakter serta kemampuan siswa dalam mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
Pendidikan mengenai bahaya narkoba diharapkan dapat membekali peserta didik agar mampu mengenali risiko, menolak ajakan penyalahgunaan narkotika, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan narkoba.
Membangun Generasi Asahan yang Sehat dan Berkarakter
Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan sebelumnya juga mendukung kegiatan positif bagi generasi muda, termasuk pembinaan olahraga pelajar. Dalam kegiatan Mini Soccer Champion Piala Kapolres Asahan, Disdik menekankan bahwa aktivitas positif dapat membantu generasi muda menjauhi kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan narkoba dan tawuran.
Baca Juga : https://dinaspendidikankabasahan.com/program-pemagangan-nasional-2026/
Dengan penguatan Kurikulum Integrasi Anti Narkoba dan Program ANANDA BERSINAR, sinergi antara Dinas Pendidikan, BNN, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, berkarakter, dan bebas dari narkotika.




